Advertorial

Medan Buruk Tak Surutkan Niat Mulia Tim MAXI YAMAHA Tour de Indonesia

Advertorial - Kamis, 24 Mei 2018 | 16:50 WIB

Setelah etape kedua, yakni Medan-Palembang rampung (14/4/2018), MAXI YAMAHA Tour de Indonesia West Journey kembali dilanjutkan. Pada etape ketiga kali ini, rute yang ditempuh adalah Palembang – Jakarta, dengan titik finis di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Jarak yang ditempuh rider pada etape ini adalah 700 Km dengan waktu selama 2 hari (26 – 28 April 2018).

            Pelepasan seremonial para rider MAXI Yamaha Series dilakukan di Sentral Yamaha Palembang, Kamis (26/4/2018). “Selamat jalan kepada seluruh rider dan tim MAXI YAMAHA Tour de Indonesia etape ketiga. Semoga journey ini sukses dan selamat di perjalanan,” ujar Yohanes Joe, Brand Manager Sentral Yamaha Palembang.

            Perjalanan etape ketiga ini mengambil jalur tengah Sumatera. Rider melintasi Palembang, Indralaya, Prabumulih, Baturaja, Martapura, Kotabumi, dan Bandar Lampung. Selanjutnya, rider menyeberangi Selat Sunda menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak. Dari Merak, rider kembali melanjutkan perjalanan melalui Cilegon, Serang, Balaraja, Tangerang, Parung, dan finis di Puncak, Bogor.

            Pada etape ketiga ini, line-up MAXI Yamaha Series etape lalu masih digunakan. Mereka adalah Yamaha Aerox, Yamaha NMAX, Yamaha XMAX, dan Yamaha TMAX.

            Menyoal medan jalur tengah Sumatera, walaupun tak seekstrem etape sebelumnya, namun juga tak kalah seru. Rider disuguhi jalan rusak yang mendominasi perjalanan. Lubang kecil-dangkal hingga besar-dalam menguji kemampuan berkendara rider sekaligus ketangguhan MAXI Yamaha Series.

            “Medannya lumayan sulit, terutama dari Beringin hingga Baturaja, 20 Km didominasi lubang besar dan dalam,” kata Andiego, Road Captain rider MAXI Yamaha Series. “Namun, buat saya, justru asyik, bikin hilang kantuk,” lanjut lelaki yang memilih Yamaha NMAX sebagai tunggannya pada etape ini.

            Walaupun medan didominasi oleh jalan rusak, bukan berarti tak ada keindahan landscape yang bisa diperoleh. Misalnya saja di tanjakan di daerah Ogan Ilir, jalan lurus menanjak tersebut tak didiami lubang barang satu pun. Kebun sawit membentang di kiri-kanan jalan. Tak tunggu lama, para rider pun gaspol di sana.

            Selain di Ogan Ilir, landscape lainnya ada di jembatan di daerah Martapura. Selain tak ditemui lubang, sisi kiri dan kanan jalan pun dihiasi sungai.

            Meninggalkan Sumatera Selatan, rider tiba di Provinsi Lampung tengah malam. Setelah beristirahat, pagi hari perjalanan dilanjutkan kembali ke Sentral Yamaha Lampung (27/4/2018). Di sana, mereka bergabung dengan ‘anggota keluarga’ baru, yakni MAXI Yamaha Ladies yang menunggangi Yamaha Lexi.

Editor : Advertorial

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA